Agar anak berkembang pesat dari hari ke hari baik dari segi intelektual maupun psikologi, maka para orang tua perlu memperhatikan 10 langkah pembelajaran terhadap anak sebagai berikut :
- Pada saat terjadi komunikasi dengan anak hendaklah selalu menatap matanya dengan tatapan penuh cinta, jangan sekali-kali kita dalam keadaan marah atau tegang menatap mata anak. Tatapan cinta dari orang tuanya akan membuat anak merasa dicintai dan ini akan membuat mental anak kuat secara psikologis.
- Selalu menggunakan intonasi bahasa vang tenang seakan-akan semuanya baik-baik saja. ini akan membuat IQ anak tumbuh dengan baik karena anak lebih fokus mengembangkan daya imaginasinya tanpa ada hambatan seperti perasaan ketakutan, sedih, khawatir dll.
- Ketika anak tcrlihat asyik dengan mainannya, cobalah masuk dalam suatu percakapan melalui cerita sederhana dan menarik dengan menyisipkan ilmu yang berhubungan. Misalnya warna, bentuk, bahan dll. Dengan cara ini anak tidak akan sadar kalau dirinya sedang belajar. Ketika sadar bahwa ini belajar, anak akan menganggap bahwa belajar itu menyenangkan.
- Usahakan agar anak merasa sahabatnya adalah orang tuanya. Sahabat adalah orang yang lebih dicintai dan dituruti dibanding orang lain. Ketika anak merasa sahabatnya adalah orang tuanya maka akan lebih mudah bagi orang tua untuk mengarahkan dan membimbing anak menjadi lebih baik lagi.
- Biasakan memberi kesempatan kepada anak untuk membuat keputusan sendiri. Jika keinginannya salah, arahkan dengan memberi pilihan yang sama-sama positif dan mendidik. Cara ini mendidik anak untuk menjadi pemimpin di masa depan nanti.
- Selalu mcnggunakan kata-kata positif ( menghindari kata-kata negatif “Jangan” ). Jika kita sering menggunakan kata ” Jangan “, ini akan membuat anak jadi penakut dan pesimis padahal untuk mencapai kesuksesan diperlukan keberanian yang besar.
- Menghindari kalimat ancaman ketika anak berbuat salah. Anak berbuat salah karena dia tidak tahu itu salah, hendaklah kita memberitahunya tanpa menuduh dia bersalah. Terangkanlah dengan cerita akibat perbuatan yang dia lakukan, sehingga dia belajar berpikir dari suatu kejadian dan melatih mengamhil kesimpulan yang baik.
- Dilarang mengobral kata ” Nakal “!. Karena anak belum mengerti definisi nakal, kata-kata “jangan nakal !” akan dianggap anak merasa dilarang melakukan apa-apa, ini akan membuat anak pasif dan sulit berkembang. Jika kita ingin mencegah anak melakukan suatu perbuatan tertentu, tawarkan dan ajaklah ia untuk melakukan perbuatan lain yang seakan-akan jauh lebih menarik anak.
- Ciptakanlah suasana yang penuh humor, karena humor bisa mengakibatkan anak tertawa, sedangkan tertawa dapat menyebabkan otak kita relaks dari ketegangan dan dapat meningkatkan kinerja otak seoptimal mungkin.
- Jangan memperlakukan anak seperti atasan ke bawahan di kantor, segala sesuatu yang anak lakukan harus sesuai dengan perintah dan hati orang tua. Pendidikan seperti ini menanamkan anak menjadi budak orang tua. Jika kita kesar pada ulah anak lihatlah seberapa bahayanya kegiatan yang anak lakukan, lihatlah dcngan kaca mata anak bukan kaca mata kita sebagai orang tua. Misalnya, anak ingin bermain ditempat panas, pakaikanlah topi. Jika tidak mau memakai topi berikanlah pilihan : “bermain sambil bertopi, atau bermain di rumah!”. Pilihan ini memberikan pembelajaran berfilir untuk mengambil keputusan tanpa disalahkan atas perbuatannya.
papario.com
