Navigation


RSS : Articles / Comments


How to : Menghadapi Pasangan Pendiam

8:58:00 AM, Posted by tips trik aku,

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Safina no.7 tahun 1, September 2003.

Usia pernikahan Ahmad dan Nadya telah mendekati satu tahun, sepentasnya tidak ada masalah dalam pernikahan mereka. Tapi simaklah penuturan Nadya. "Kami adalah pasangan suami istri yang saling pengertian, saling mendukung dan sama-sama terpelajar, tapi kami berdua belum akrab dan dekat satu sama lain. Saya sama sekali tidak mengetahui apa yang ada di hati suami saya. Ia tidak menginginkan saya mengetahui perasaannya, dan ia juga tidak mau mengatakan apapun tentang dirinya, sehingga saya merasa asing di hadapan suami saya sendiri."

Nadya sepertinya menghadapi suami yang bertipikal pendiam, walaupun tidak semua laki-laki pendiam, sebagaimana juga tidak semua perempuan itu cerewet. Jika pendiam itu diartikan dengan tidak mau atau tidak bisa mengungkapkan perasaan dan keinginannya secara terbuka, maka secara umum laki-laki itu lebih pendiam dibandingkan dengan perempuan. Padahal ungkapan sesorang tentang dirinya sendiri jelas lebih tepat dan akurat dibandingkan penilaian orang lain termasuk pasangannya sendiri, dan ini penting agar keduanya lebih mengenali pribadi masing-masing, sehingga proses adaptasi dapat berlangsung lebih lancar.

Cara menghadapi pasangan yang pendiam:

1. Hendaknya para istri mampu menahan diri dari bersikap bahwa suami adalah miliknya sepenuhnya, karena itu berarti istri juga beranggapan memiliki hati suami sepenuhnya. Jika istri bersikap demikian maka suami akan bersikap defensif (bertahan pada tabiatnya) atau bahkan lebih menutup dirinya. Sedangkan bila istri menghargai kebebasan suaminya selama tidak melanggar batasan syar'i dalam berpikir, bertindak dan bersikap, maka suami dengan suka rela akan berbagi rasa dengannya, dan menyertakan dirinya dalam menghadapi suatu persoalan.

2. Jika anda menginginkan pasangan anda yang pendiam itu mengungkapkan isi hatinya, mulailah dengan menceritakan pribadi anda terlebih dahulu, seperti karakter khusus anda, harapan, kekhawatiran, kesulitan dan kegelisahan anda, secara bertahap dan bersabarlah menunggunya mengikuti anda untuk dapat bercerita tentang dirinya.

3. Laki-laki sebenarnya ingin mengungkapkan apa yang dalam dirinya bila ia tidak dipaksa atau diperintah untuk mengungkapkannya. Untuk itu istri sebaiknya menggunakan cara yang santai dengan diselingi gurauan untuk menanyakan suatu persoalan yang dihadapi suaminya. Biasanya laki-laki tidak menyukai mendikusikan dengan serius permasalahan yang mencemaskannya. Ia juga tidak menghendaki istrinya memberi nasehat bertele-tele, karena ia merasa dapat mengatasinya sendiri. Yang dikehendaki adalah keberadaan istrinya di sisinya pada saat ia mengalami masalah.

4. Kebanyakan laki-laki tidak suka diinterograsi dan dikorek tentang permasalahan yang dihadapinya. Jadi, kalau anda ingin tahu masalah suami anda, jangan bertanya seperti polisi menginterograsi pelaku kejahatan.

5. Kadang lelaki bertanya pada dirinya, "Kenapa istriku ingin mengetahui semua urusanku?" Nah, di sini anda harus mampu meyakinkannya bahwa anda ingin mengetahuinya karena kecintaannya padanya, bukan karena ingin selalu ikut campur dalam semua urusannya apalagi ingin menguasainya. Yakinkan dia semampu anda, bahwa semua yang anda lakukan itu semata-mata bertolak dari perhatian anda yang tulus kepada apapun yang terkait dengan dirinya, dan keinginan anda untuk membantunya dengan seluruh kemampuan anda.

6. Ingatlah dengan baik bahwa tidak berarti diam itu selalu dapat diterima. Dalam hubungan cinta dan kasih sayang antara suami istri, kadangkala pada saat tertentu istri justru menghendaki suaminya diam dan tidak memberitahukan kepadanya hal-hal yang membuatanya kesal. Misalnya ketika suami melihat istrinya kurang menarik, istri lebih tenang jika suaminya diam dan tidak berkomentar yang sebenarnya.

Di atas semua itu, diam yang berlebihan mengindikasikan bahwa di dalam diri seorang laki-laki ada suatu persoalan, yang ia sendiri takut untuk mengungkapkannnya. Ini justru membuat istri merasa terasing dari dirinya, seolah-olah ada pintu yang tertutup di antara mereka berdua. Lalu apa yang harus dilakukan seorang istri seandainya ia mengetuk pintu itu berkali-kali, tapi pintu itu tidak juga terbuka? Maka usahakanlah sekali lagi, cobalah usahakanlah sekali lagi dengan cara yang lebih baik, ulangi terus usaha anda, yakinlah suatu saat nanti anda pasti berhasil.



Sumber : www.eramuslim.com

baca juga :